Right Of Self Determination - Give Back For The PATANIAN Entire Land

Sabtu, Maret 16, 2013

Bom Meledak 3 Polis Kolonial Thailand Tewas

Usai penandatanganan perdamaian, proses Pemerintahan Thailand dengan BRN tidak disebutkan adanya kesepakatan gencatan senjata.
Sebuah bom besar meledak dan menewaskan tiga polis di Thailand selatan hari ini (15/03). Insiden ini terjadi beberapa hari menjelang perundingan damai antara pemerintah Thailand dan Pejuang Kemerdekaan Patani.

Bom seberat 90 kilogram itu disembunyikan di sebuah jembatan di distrik Ruso, Provinsi Narathiwat. Bom meledak ketika polis yang tengah berpatroli melintas dengan kendaraan truk mereka. Akibatnya, tiga polis tewas dan kendaraan itu pun hancur.

Juru bicara militer wilayah Thailand selatan, Kolonel Pramote Promin mengatakan, serangan bom ini kemungkinan dilakukan oleh para geriliyawan, tutur juru bicara militer tersebut Jumat (15/3/2013).





Pemerintah Thai telah setuju untuk mengadakan pembicaraan damai dengan Barisan Revolusi Nasional, yang merupakan bagian dari jaringan kelompok aktif di wilayah Thailand Selatan.

Yingluck mengatakan rakyat tidak boleh menilai perdamaian yang diupayakan pemerintah gagal. Usai penandatanganan, Paradorn telah memperingatkan, proses perdamaian masih harus menempuh jalan panjang. Perundingan selama dua mingguan dengan BRN baru akan berlangsung pertengahan Maret mendatang. Tidak disebutkan adanya kesepakatan gencatan senjata.

Pertemuan awal pemerintah Thai dengan Pejuang Kemerdekaan Patani BRN Barisan Revolusi Nasional itu telah berlangsung pada 5 Maret lalu. Pertemuan itu membahas syarat-syarat untuk pembicaraan lebih lanjut yang akan digelar di Malaysia pada 28 Maret.


1 komentar: